Senin, 21 Maret 2016

dasar agribisnis unhas


Tugas
Dasar-dasar agribisnis


Description: Description: logo-unhas-warna.jpg
 








KELOMPOK V
EVIFIRAYANTI                                                        (G21115026)
KURNIA T                                                                  (G21115027)
IKA PUTRIANA                                                       (G21115040)
NORHATIKA PUTRI ANRIANY                                       (G21115311)
SYAHRULLAH                                                          (G21115312)
ABRAHAM RANDANAN PALAMBA                    (G21115329)
NUR IFTITAH                                                             (G21115519)
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
A.   Jenis-jenis pestisida dan pupuk yang ramah lingkungan
1)    Pestisida yang ramah lingkungan
Pestisida adalah bahan-bahan kimia yang tidak terlepas dari penggunaannya untuk mengendalikan hama dan jasad pengganggu lainnya. Pestisida tidak saja membawa dampak yang positif terhadap peningkatan produk pertanian, tapi juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan di sekitarnya. Pestisida secara umum digolongkan kepada jenis organisme yang akan dikendalikan populasinya. Insektisida, herbisida, fungsida dan nematosida digunakan untuk mengendalikan hama, gulma, jamur tanaman yang patogen dan nematoda. Jenis pestisida yang lain digunakan untuk mengendalikan hama dari tikus dan siput.
Penyemprotan dan pengaplikasian dari bahan-bahan kimia pertanian selalu berdampingan dengan masalah pencemaran lingkungan sejak bahanbahan kimia tersebut dipergunakan di lingkungan. Sebagian besar bahanbahan kimia pertanian yang disemprotkan jatuh ke tanah dan didekomposisi oleh mikroorganisme. Sebagian menguap dan menyebar di atmosfer dimana akan diuraikan oleh sinar ultraviolet atau diserap hujan dan jatuh ke tanah. Oleh karena itu, dibuatkan pestisida yang bebas dari bahan kimia yang akan merusak lingkungan hidup manusia, hewan dan tumbuhan. Macam-macam jenis pestida yang ramah lingkungan tanpa kandungan zat kimia yang terbuat dari berbagai jenis tanaman diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Kaliandra
  •  kandungan : zat tanin ( getahnya )
  •  fungsi : insektisida     
  •  bagian yang digunakan : daun dan kulit batang
  •  sasaran hama/penyakit : walang
  •  sifat racun : racun perut
Description: Kaliandra
2. Babadotan leutik
  • Kandungan : minyak terbang
  • Fungsi : insektisida
  • Bagian yang digunakan : cabang dan daun
  • Organisme hama sasaran : kumbang hama gudang
  • Sifat racun : anti feedant
Description: Bandotan
3. Lidah buaya
  • Fungsi : fungisida
  • Bagian yang digunakan : daun ( juice/gel )
  • Sasaran hama/penyakit : layu leher akar
Description: Lidah Buaya
4. Pinang
  • Fungsi : nematisida
  • Bagian yang digunakan : daun dan biji
  • Sasaran hama/penyakit : bintil akar
  • Sifat racun : narkotika
Description: Pinang
5. Jukut lokot mala
  • Fungsi : insektisida
  • Bagian yang digunakan : daun dan biji
  • Sasaran hama/penyakit : belalang dan kupu-kupu
  • Sifat racun : antifeedant
Description: Jukut Lokot Maya
 6. Belimbing wuluh
  • Fungsi : insektisida
  • Bagian yang digunakan : daun
  • Sasaran hama/penyakit : bercak coklat
  • Sifat racun : anti jamur
Description: Belimbing Wuluh

Description: C:\Users\Nirmawati Muhtar\Documents\AGRIBISNIS\semester 2\dasar dasar agribisnis\tugas kel ...1\search for dda pestisida\Pembuatan Pestisida Organik atau Bio-Pestisida_files\bawangmerah.jpg
7. Bawang merah :
  • Fungsi insektisida, bagian yang digunakan : daun, umbi. Sasaran hama/penyakit : aedes triseriatus
  • Fungsi fungisida, bagian yang digunakan : daun, umbi. Sasaran hama/penyakit : layu leher akar, bercak daun kering.
  • Fungsi bakterisida, bagian yang digunakan : daun, umbi. Sasaran hama/penyakit : bakteri bintil akar.
Description: Bawang Putih
8. Bawang putih :
  • Fungsi insektisida, bagian yang digunakan : daun, umbi. Sasaran hama/penyakit : aedes triseriatus
  • Fungsi fungisida, bagian yang digunakan : daun, umbi. Sasaran hama/penyakit : layu pucuk/petek, bercak kering.
  • Fungsi bakterisida, bagian yang digunakan : daun, umbi. Sasaran hama/penyakit : bakteri bintil akar

Description: Laos
9. Laos
  • Fungsi bakterisida, bagian yang digunakan : umbi / rimpang. Sasaran hama/penyakit : bakteri bintil akar.
  • Fungsi fungisida, bahan yang digunakan : umbi/rimpang. Sasaran hama/penyakit : layu leher akar.

Description: Sirsak
 10. Sirsak
  • Kandungan : buah yang mentah, biji, daun, dan akar : mengandung senyawa annonain, biji mengandung minyak 42-45%
  • Fungsi : insektisida
  • Bagian yang digunakan : daun, biji, akar
  • Sasaran hama/penyakit : kutu daun, ulat perusak daun, ulat grayak, dan hama gudang.

Description: Srikaya
11. Srikaya
  • Kandungan biji : 42-45% lemak, annonain, dan resin.
  • Fungsi : insektisida
  • Bagian yang digunakan : daun, biji, dan akar
  • Sasaran hama/penyakit : kutu daun, kupu-kupu ulat sutra, ulat grayak, ulat batang/ penggerek batang. 



2)    Jenis pupuk yang ramah lingkungan
a)    Pupuk hijau
Pupuk hijau adalah pupuk yang terdiri dari daun-daunan yang mudah membusuk dalam tanah. Daun-daunan dapat langsung dimasukkan ke dalam tanah sebagai pupuk hijau. Unsure hara yang terdapat pupuk hijau misalnya n, p, k dan unsure lainnya. Contoh pupuk hijau yang mudah didapat adalah sisa hasil pertanian. Sisa hasil pertanian banyak mengandung unsure-unsur yang dibutuhkan tanaman. Pengembalian sisa tanaman diperlukan untuk mengembalikan unsure-unsur yang diambil tanaman untuk pertumbuhannya kembali lagi ke lahan pertanian. Upaya ini untuk menjaga kesuburan tanah.
Pengembalian sisa tanaman perlu memperhatikan agar proses peruraian bahan organic tidak mengganggu tanaman musim tanam berikutnya. Penanaman tanaman sebaiknya menunggu proses peruraian sempurna. Pada saat proses peruraian bahan organic jika terdapat tanaman bisa menyebabkan tanaman rusak. Perlu diperhatikan agar proses peruraian bahan organic tidak mengganggu kesehatan tanaman. Proses peruraian bahan organic tergantung jenis bahan/sisa tanaman.
b)    Pupuk kompos
Kompos adalah peruraian bahan organic oleh jasad renik (mikrobia). Pemberian kompos tidak hanya memperkaya unsure hara bagi tanaman. Namun juga berperanan dalam memperbaiki struktur tanah, tata udara dan air dalam tanah. Mengikat unsure hara dan memberikan makanan bagi jasad renik yang ada dalam tanah sehingga meningkatkan peran mikroba dalam menjaga kesuburan tanah.
c)    Pupuk  kandang
Pupuk kandang merupakan pilihan pupuk organic yang bisa dimanfaatkan. Kandungan unsure hara dalam pupuk kandang tersebut tergantung dari jenis ternak dan makanan ternak yang diberikan air yang diminum, umur ternak, dll. Hindarkan pemakaian pupuk kandang yang masih babru sebab pupuk kandang yang masih baru belum masak benar dan suhunya masih tinggi.
d)    Pupuk cair
Banyaknya kandungan unsure hara yang ada di dalam lahan pertanian yang ada di lahan saudara dapat dilihat secara sederhana dari penampakan warna tanaman di lahan saudara. Misalnya, ada tanaman yang kelihatan hijau sementara yang lainnya terlihat kekuningan. Tanaman hijau menggambarkan bahwa tanah tersebut mempunyai cukup unsure hara. Sedangkan tanaman yang berwarna kuning biasanya menunjukkan bahwa tanah tersebut tidak  cukup mempunyai unsure hara.
Untuk memudahkan unsure hara dapat diserap tanah dan tanamna bahan organic dapat dibuat menjadi pupuk cair terlebih dahulu. Pupuk cair menyediakan nitrogen dan unsure mineral lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Seperti halnya pupuk nitrogen kimia. Kehidupan binatang di dalam tanah juga terpacu dengan penggunaan pupuk cair. Pupuk cair tersebut dapat dibuat dari kotoran hewan yang masih baru. Kotoran hewan yang dapat digunakan misalnya kotoran ka,mbing, domba, kelinci atau ternak lainnya.
e)    Pupuk daun
 pupuk daun akan menjadikan tanaman lebih baik dan sehat. Pemberiakn pupuk daun diberikan melalui pencampuran pupuk dengan tanah agar diserap melalui akar. Banyak petani menanam yang lebih sehat dengan pemakaian pupuk. Pupuk memberi makan pada tanaman dalam bentuk hara untuk membuat tanaman lebih kuat. Biasanya pupuk dicampur dengan tanah den di serap tanaman melalui perakaran. Pupuk daun masuk ke dalam tanaman melalui lubang-lubang kecil pada daun yang disebut mulut daun (stomata). Lubang-lubang ini membuka dan menutup dan begitu kecil sehingga kita tidak dapat melihatnya.
  tanaman  bernapas melalui lubang-lubang kecil tersebut. Lubang-lubang kecil tersebut juga digunakan tanaman untuk mengambil unsure hara dari udara. Mulut daun ini biasanya tegrbuka sepanjamng malam sampai pagi hari dan tertutup pada tengah hari untuk menjaga kelembaban. 
Mungkin kita sering menggunakan pupuk daun sebagai penembah unsure hara bagi tanaman agar tumbuh lebih sehat dan kuat dan tumbuh lebih cepat sehingga  mampu melawan hama dan penyakit.
Pupuk daun biasanya dibuat dari bahan yang mengandung hara yang diperluka,n tanaman seperti besi, belerang, nitrogen dan kalium. Pemberikan hara tambahan ini pada tanaman akan membantunya tumbuh lebih kuat dan lebih sehat.
Pupuk daun dapat dibuat dari tanaman-tanaman local yang ada di sekitar kita yang mengandung unsure-unsur besi, belerang, nitrogen dan kalium. Tanaman tersebut misalnya sejenis solanum nigrum /  terung lauca.
B.   Pertanian organic
Pertanian organik meliputi dua definisi, yaitu pertanian organik dalam definisi sempit dan pertanian organik dalam definisi luas. Dalam pengertian sempit, pertanian organik adalah pertanian yang tidak menggunakan pupuk kimia ataupun pestisida kimia, yang digunakan adalah pupuk organik, mineral dan material alami. Sedangkan pertanian organik dalam arti luas adalah usahatani yang menggunakan pupuk kimia pada tingkat minimum, dan dikombinasikan dengan penggunaan pupuk organik dan bahan-bahan alami (hong, 1994).
            pertanian organik merupakan suatu sistem pertanian yang didesain dan dikelola sedemikian rupa sehingga mampu menciptakan produktivitas yang berkelanjutan. Prinsip pertanian organik yaitu tidak menggunakan atau membatasi penggunaan pupuk anorganik serta harus mampu menyediakan hara bagi tanaman dan mengendalikan serangan hama dengan cara lain diluar cara konvensional yang bisa dilakukan (eliyas, 2008).
 tujuan utama dari pertanian organik ialah memperbaiki dan menyuburkan kondisi lahan serta menjaga keseimbangan ekosistem. Sumber daya lahan dan kesuburannya dipertahankan  dan ditingkatkan melalui aktivitas biologi dari lahan itu sendiri, yaitu dengan memanfaatkan residu hasil panen, kotoran ternak, dan pupuk hijau. Produk pertanian dikatakan organik jika produk tersebut berasal dari sistem pertanian organik yang menerapkan praktik manajemen yang berupaya untuk memelihara ekosistem melalui beberapa cara, seperti pendaurulangan residu tanaman dan hewan misalnya memanfaatkan sisa tanaman untuk dijadikan   kompos, kotoran ternak sebagai pupuk kandang dan lain sebagainya.  (sriyanto, 2010). 
Prinsip-prinsip dasar pertanian organik
1. Prinsip kesehatan
Pertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan. Prinsip ini menunjukkan bahwa kesehatan tiap individu dan komunitas tidak dapat dipisahkan dari kesehatan ekosistem; tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman sehat yang dapat mendukung kesehatan manusia dan hewan. 
2. Prinsip ekologi
Prinsip ekologi meletakkan pertanian organik dalam sistem ekologi kehidupan. Prinsip ini menyatakan bahwa produksi didasarkan pada proses daur ulang ekologis.
3. Prinsip keadilan
Pertanian organik harus membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait lingkungan dan kesempatan hidup bersama. Keadilan dicirikan dengan kesetaraan, saling menghormati, berkeadilan dan pengelolaan dunia secara bersama, baik antar manusia dan dalam hubungannya dengan makhluk hidup yang lain. Prinsip ini menekankan bahwa mereka yang terlibat dalam pertanian organik harus membangun hubungan yang manusiawi untuk memastikan adanya keadilan bagi semua pihak disegala tingkatan; seperti petani, pekerja, pemroses, penyalur, pedagang dan konsumen.  
4. Prinsip perlindungan
Pertanian organik merupakan suatu sistem yang hidup dan dinamis yang menjawab tuntutan dan kondisi yang bersifat internal dan eksternal. Para pelaku pertanian organik didorong meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi tidak boleh membahayakan kesehatan dan kesejahteraannya     
(ifoam, 2012).
Pertanian organik menurut ifoam merupakan sistem manajemen produksi terpadu yang menghindari penggunaan pupuk buatan, pestisida dan hasil rekayasa genetik, menekan pencemaran udara, tanah, dan air. Pertanian organik di sisi lain juga berusaha meningkatkan kesehatan dan produktivitas di antara flora, fauna, dan manusia. Penggunaan masukan di luar pertanian yang menyebabkan kerusakan sumber daya alam tidak dapat dikategorikan sebagai pertanian organik, sebaliknya sistem pertanian yang tidak menggunakan masukan dari luar, namun mengikuti aturan pertanian organik dapat
Masuk dalam kelompok pertanian organik, meskipun agro-ekosistemnya tidak mendapat sertifikasi organik. 
Pertanian organik berdasarkan beberapa konsep dan definisi yang telah dijelaskan di atas dapat disimpulkan sebagai sistem usahatani yang mengelola sumber daya alam secara bijaksana, holistik, dan terpadu untuk memenuhi kebutuhan manusia khususnya pangan dengan memanfaatkan bahan-bahan organik secara alami sebagai “input dalam” pertanian tanpa “input luar” tinggi yang bersifat kimiawi, sehingga mampu menjaga lingkungan serta mendorong terwujudnya pertanian yang berkelanjutan dengan prinsip atau hubungan timbal balik. 
C.   Perbedaan antara pertanian organic dengan pertanian konvensional
System pertanian konvensional ini memiliki tujuan untu meningkatkan hasil produksi tanaman dengan penambahan unsur eksternal (pupuk kimia dan pestisida) sehingga didapatkan produksi yang tinggi. Selain itu, teknologi yang digunakan pada system ini telah maju dan berkembang. Namun, dampak positif yang dihasilkan berupa peningkatan produksi tidak bertahan lama. Hal ini karena terjadi penurunan kualitas tanah da penumpukan residu dalam tanah yang dapat meracuni tanaman sehingga system ini dianggap tidak arif lagi. Pada perkembangannya sistem pertanian konvensional ini menerapkan panca usaha tani sebagai acuan pengembangan program yang dilakukan.
Pertanian organik adalah sistem budi daya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Beberapa tanaman indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan dengan teknik tersebut adalah padi, hortikultura sayuran dan buah (contohnya: brokoli, kubis merah, jeruk, dll.), tanaman perkebunan (kopi, teh, kelapa, dll.), dan rempah-rempah.
Adapun dampak dari sistem pertanian konvensional di dalam ekosistem pertanian menurut kuswandi (2012) adalah sebagai berikut:
1.    Meningkatnya degradasi lahan (fisik kimia dan biologis),
2.    Meningkatnya residu penyakit dan gangguan serta resistensi hama penyakit dan gulma
3.    Berkurangnya keanekaragaman hayati
4.    Gangguan kesehatan masyarakat sebagai akibat dari pencemaran lingkungan.
 sedangkan dampak yang terjadi di luar ekosistem adalah:
1.    Meningkatnya gangguan kesehatan masyarakat konsumen karena pencemaran bahan-bahan pangan yang diproduksi di dalam ekosistem pertanian.
2.    Terjadi ketidakadilan ekonomi karena adanya praktek monopoli dalam penyediaan saran produksi pertanian.
3.    Ketimpangan sosial antar petani dan komunitas di luar petani.
            cukup singkat dan jelas mengenai perbedaan pertanian organic dengan pertanian konvensional bahwasanya pertanian organic lebih kepada pertanian yang mengutamakan dampak terhadap lingkungan, tidak menggunakan pupuk dan pestisida yang mengandung banyak bahan kimia yang berdampak pada lingkungan makhluk hidup. Sedangkan pertanian konvensional menggunakan pupuk dan pestisida yang mengandung banyak bahan kimia yang dapat berbahaya bagi lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar