SULITNYA
MENDAPATKAN SEBUAH KURSI DI SEBUAH UNIVERSITAS
Berawal
dari kisah perjalanan menembus sebuah impian di Perguruan Tinggi Negeri terbaik
di Indonesia yang sangat sensasional dan penuh dramatis. Waktu itu, diantara
sekian banyak siswa yang akan mewujudkan impiannya untuk memperebutkan satu
bangku di Perguruan Tinggi Negeri, seorang pemuda ini adalah salah satunya yang
berharap banyak untuk bias lulus di Perguruan Tinggi itu. Pemuda ini tergolong
anak yang pintar dan rajin. Pemuda ini sering membantu gurunya dalam berbagai
hal, jika dimintai bantuan. Salah satunya yang pernah dilakukan oleh pemuda ini
adalah menginput nilai teman-temannya yang akan mendaftar di Perguruan tinggi,
membantu memilihkan jurusan sesuai bakat dan minatnya. Pemuda ini adalah orang
yang berkarakter penolong dan suka membantu teman-temannya.
Tibalah
waktu pendaftaran jalur bebas tes masuk perguruan tinggi yang dikenal sekarang
sebagai Jalur SNMPTN. Jalur ini adalah jalur yang hanya mengandalkan nilai
rapor, pemuda ini sangat percaya diri bahwa dia akan lulus bahkan pemuda ini
menhina dan mancaci teman-temannya yang nakal dan bodoh yang berniat juga
mendaftar di jalur ini. Setelah selesai pendaftarannya tinggal menunggu
hasilnya. Setelah menunggu lama pengumuman pun tiba yang akan diumumkan jam
13.00 Wita. Pemuda ini serasa hatinya sangat bergetar dan deg-degan, akhirnya
dengan penuh percaya diri tinggi memberanikan diri untuk membuka hasilnya,
mulutnya pun terus mengucapkan doa kepada yang Maha kuasa dan berharap
diberikan hasil yang terbaik dan bias membanggakan kedua orang tuanya, dan
akhirnya yang tertulis adalah “ANDA DINYATAKAN TIDAK LULUS” tubuhnya serasa mau
lemas dan tidak berdaya dan belum bias menerimanya. Tiba-tiba saat itu
sahabatnya menelpon ke pemuda ini dan mengatakan bahwa dia lulus di Perguruan
Tinggi itu, kemudian pemuda ini bertanya ke sahabatnya “siapa-siapa yang lulus
dari sekolah kita?” dan sahabatnya pun menjawab “orang yang kamu sering hina
dan caci ternyata lulus di Perguruan tinggi yang kamu impikan” pemmuda ini
sangat kaget dan menutup telponnya dan tubuhnya begitu lemas. Dalam hatinya
bertanya-tanya “apa yang harus saya katakann pada orang tuaku, keduanya sangat
berharap banyak kepada saya”. Pemuda pun pulang kerumah dengan wajah kesal dan
lemas. Ibunya pun bertanya “Bagaimana dengan Hasil seleksi SNMPTN mu nak,
apakah kamu lulus nak? “ dengan wajah agak murung pemuda ini menjawab “ Maaf
ibu, aku belum bisa banggakan ibu, aku gagal” ibunya pun berkata
“sabarrr..sabarr...Nak pasti ada yang lebih baik” pemuda menjawab “Tapi Bu..”
ibunya pun tersenyum, pemuda ini masuk kekamarnya merenungi kenapa bisa terjadi
seperti ini dan aku kalah dengan temanku yang selama ini saya hina-hina di
sekolah, namun saya harus lebih semangat masih ada sattuu jalur lagi untuk
masuk di perguruan tinggi itu.
Selama
beberapa hari merenung, akhirnya pemuda ini melanjutkan perjuangannya dengan
mendaftar Jalur SBMPTN tertulis ddan mengikuti ujian tesnya. Saat mengikuti tes
ini penuh dengan perjuangan karena harus berangkat subuh ke lokasi ujian dan
saat itu hujan gerimis pun turun, namun itu semua tidak menhalangi niat besarku
untuk masuk kuliah di Perguruan Tinggi impianku itu. Sesampainya disana aku
diam dan mencari tempat untuk menenangkan hati agar ujiannya bisa berjalan lancar
dan sukses. Ujiannya berlangsung sampai jam 16.00 Wita dengan jeda waktu 30
menit dalam setiap sesi soal yang dilaksanakan dalam 3 sesi. Setelah selesai
ujian pemuda ini merasa puas dengan yang dikerjakannya. Setelah lama menunggu pengumumannya
pun tiba, dan pengumuman kali ini tak sanggup melihat hasilnya dan menyuruh
temannya untuk membukanya dan akhirnya tertulis “ANDA DINYATAKAN TIDAK LULUS”
pemuda pun begitu lemas dan pusing, pemuda ini merasa dunia ini tidak adil, dan
sering bertanya-tanya mangapa ini semua bisa terjadi pada saya, saya bukan
orang yang bodoh, saya selalu berprestasi di sekolah!! Pemuda ini pun merasa
ingin menangis tidak bisa berbuat apa-apa. Ibunya berkata “sabarrr..sabarr nak,
kalau memang kamu nggak bisa masuk di kampus itu, kan masih ada kampus swasta
yang lebih baik bahkan banyak dari sepupu-sepupumu yang kuliah disana. Pemuda
pun berkata “ terserah ibu.!!” Dan selama seminggu memikirkan akhirnya pemuda
ini memberanikan mendaftar di kampus swasta, namun dalam hati pemuda ini setengah-setengah
dan merasa tidak yakin dengan kampus ini. Pemuda ini pun menjalanii serangkaian
tes masuk di kampus swasta itu, akhirnya pun pemuda ini dinyatakan lulus di
salah satu jurusan di kampus itu, dan mengatakan kepada orang tuanya “ibuu..
aku lulus” walaupun berat hati menerimanya untuk berkuliah di kampus ini namun
pemuda ini harus menjalaninya.
Setiba
dirumahnya, pemuda ini mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa disuruh
membayar 4 juta rupiah untuk bisa berkuliah dikampus ini. Ibunya pun men”iya”kan
namun saat itu motor si pemuda ini tiba masa pembayaran. Jadi, ibunya berkata”
Nak.. kamu pilih yang mana, ibu bayarkan motor kamu atau ibu bayarkan uang muka
masuk kampus itu. Karena ibu tidak bisa bayarkan satu kali sekaligus?? Pemuda
pun menjawab “ ibu.. mending motorku dulu yang ibu bayarkan, biarkan saya
menganggur dulu (dengan berat hati)?? Dalam suasana menangis ibunya menjawab
“iya nak.. ngangur mi dulu, nak kamu bukan orang yang bodoh, kenapa kamu harus
menganggur,?? Pemuda pun masuk dikamarnyaa merenungi ini semua, namun seiring
berjaalannya waktu pemuda ini pun menerimanya dengan lapang dada walaupun
penuh dengan kekecewaan.
Dari kegagalan itu, banyak orang
yang menhina diriku bahkan orang tuaku, banyak yang mengatakan bahawa aku tidak
mau kuliah di kampus swasta, ada pun yang bilang bahwa kamu terlalu tinggi
seleramu, dari penhinaan itu batin pemuuda ini terasa miris pengen bertindak
namun tidak ada ruang baginya begitu pula ddengan orang tua pemuda tersebut.
Dari kejadian ini mmengajarkan pemuda ini untuk selalu berserah diri kepada
Allah SWT memohon rahmat dan ridhonya. Berawal dari sinilah pemuda ini rajin
sholat lima waktu, rajin solat malam, rajin berpuasa, serta mengaji dan waktu
belajarnya semakin bertambah demi persiapannya di tahun depannya. Hal ini terus
menerus diilakukan sampai akhirnya tibalah pendaftaran SBMPTN tahun depannya.
Pemuda ini sangat berhati-hhati tidak mau lagi mengulang kesalahan yang sama
dsn ksli ini pemuda ini sangat bersungguh-sungguh dalam bertindak. Semua yang
dilakukannya semua di awali dengan berdoa, semoga apa yang diimpikan pemuda ini
jadi kenyataan. Waktu itu pemuda itu berdoa sebelum melakukan pendaftaran,
pemuda ini memilih jurusan Agribisnis sebagai pilihan pertama di sebuah
Universitas ternama di Sulawesi selatan yaitu Universitas Hasanuddin dan saat
itu pula pemuda ini mendaftar di perguruan tinggi Negeri lain yaitu Universitas
Islam Negeri alauddin dengan program studi Ilmu Hukum. Setealah pendaftaran
pemuda mengenjot dirinya untuk terus belajar, belajar dan belajar disertai
dengan doa yang tulus serta doa kedua orang tua.
Tibalah waktu tes , waktu dimana
pertarungan benar-benar dimulai. Waktu itu opemuda ini dites di SMK Telkom
Makassar, waktu yang ditepuh dalam perjalan itu selam sejam dari rumah, jadi
pemuda ini harus pergi subuh-subuh buta demi mengejar satu buah kursi di
perguruan tiggi sebagai tempat menuntut ilmunya nanti, dalam perjalanan begitu
bnayak kejadian, mulai dari hujan rintik-rintik, lampu motor kurang mau
menyala, bahkan papan ujian pemuda tersebut patah di perjalanan dan harus
membeli di lokasi ujian. Namun, pemuda ini tidak pernah putus asa, dia yakin
bahwa dirinya bisa dan mampu bahagiakan orang-orang terdekatnya utamanya orang
tuanya. Tibalah ditempat ujian, pemuda ini tidak langsung masuk ruangan namun
pemuda ini beda dengan yang lainnya, dimana lainnya sibuk dengan gadget mereka
masing-masing dan bercanda gurau, naamun pemuda ini bermain gadget tapi dengan
membuka al-quran dan membaca dalam hati sampai tiba pengawas ujian yang akan
memantau ujiannya.
Masuklah
diruangan, ruangan itu begitu tenang,
terasa enak sekali belajarnya, soal pun dibagikan dan semua pemuda dan pemudi
yang berada dalam ruangan itu berjuang demi menyelesaikan soal-soal itu yang
bagi pemuda itu soalnya sungguh luar biasa berbeda dengan soal ujjian nasional
SMA, disini dibutuhkan keahlian khusus dalam menjawab, pemuda ini mengerjakan
dengan tenang walaupun itu susah namun ada usaha untuk menyelesaikannya dan
mengerjakan yang semampunya sesuai dengan pemuda yang pernah dipelajari
sebelumnya. Pengerjaan pun selesai, pemuda ini megucapkan “Alhamdulillah”
walaupun soalnya tidak begitu banyak yang mereka kerjaakan namun pemuda ini
sangaat yakin dengan jawabannya. Tiga hari setelah pelaksanaan tes yang
dilkukan oleh UNHAS, pemuda ini pun mengikuti tes selanjutnya yang diadakan di
UIN Alauddin, soalnya cukup berbedaa dengan tes SBMPTN Unhas, namun menguras
otak juga untuk mengerjakannya. Kedua tes ini sudah dilewati waktunyaa menunggu
hasilnya. Pemuda ini tak langsung meninggalkan semua yang dilakukannya dulu,
namun pemuda ini tambah rajin melakukan amalan-amlan tersebut dan selalu
berprasangka baik.
Sebulan
pun berlalu, tibaalah waktu pengumuman SBMPTN di unhas, waktu itu bertepatan
dengan bulan puasa, jadi pemuda ini membuka pengumuman itu setelah shalat
tarwih, pengumuman itu sangat lambat dikarenakan banyak yang mengaksesnya, dan
tiba-tiba teman menelpon dan menanyakan dengan hal tersebut, ternyata teman
pemuda ini tidak lolos dan pemuda ini pun meminta untuk dibukakan penguumumannya
dan pemmuda ini memberikan nomor tes dan tanggal lahirnnya. Dan jreng-jreng
selama lima menit menunggu akhirnya teman pemuda itu mengatakan bahwa pemuda
ini lulus Dijurusan pilihannya yitu Agribisnis Unhas, pemuda ini tidak
mmanyangka bahwa usahanya selama ini tidak sia-sia dan langsung sujud syukur
dan mennberi tahu orang tuanya bahwa pemuda ini lulus masuk di kampus impiannya
yang dimana mengalahkan begiitu banyak pesaing yang ingin masuk dikampus itu.
Ucapan syukur tiada henti-hentinya pemuda panjatkan, selang beberapa hari
penngumuman jalur tes UMPTKIN UIN alauddin dikeluarkan, pemuda ini membuka
sendiri pengumumannya dan pemuda ini dinyatakan pula lulus di pilihan ilmu
Hukum. Hal serupa pun dilkukannya. Dari dua hasil yang membanggakan ini bisa
menembus dua PTN terbaik sulsel dengan jurusan yang tidak main-main, pemuda ini
merasa bingun menentukannya, salat istikharah pun dilkukannya untuk meminta
petunjuk dan saran dari orang tua dan orang-orang terddekatnya dan pemuda ini
pun mengambil jjurusan Agri bisnis Unhas sebagai pilihan masa depannya. Dari
prestasi membanggakan itu, pemuda ini merasa bangga dan merasa disanjung sama
tetangga-teatngga, kawan-kawan dan guru-gurunya di sekolah dulu. Kini pemuda
itu menikmati semua jeri payahnya selama perjuangan satu tahun lebih demi
menggapai impiannya dan melanjutkan sekoolahnya ke jenjang yang lebih tinggi.
“SEKIAN”
Kak sama persis kisah hidup yang anda share dengan saya tahun ini,allhamdulillah kemarin tidak lulus di snmptn,kemudian langsung lulus di sbmptn tahun pertama di jurusan agribisnis unhas ..
BalasHapus