Selasa, 16 Februari 2016

PERJUANGAN MASUK PTN UNHAS


SULITNYA MENDAPATKAN SEBUAH KURSI DI SEBUAH UNIVERSITAS
            Berawal dari kisah perjalanan menembus sebuah impian di Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Indonesia yang sangat sensasional dan penuh dramatis. Waktu itu, diantara sekian banyak siswa yang akan mewujudkan impiannya untuk memperebutkan satu bangku di Perguruan Tinggi Negeri, seorang pemuda ini adalah salah satunya yang berharap banyak untuk bias lulus di Perguruan Tinggi itu. Pemuda ini tergolong anak yang pintar dan rajin. Pemuda ini sering membantu gurunya dalam berbagai hal, jika dimintai bantuan. Salah satunya yang pernah dilakukan oleh pemuda ini adalah menginput nilai teman-temannya yang akan mendaftar di Perguruan tinggi, membantu memilihkan jurusan sesuai bakat dan minatnya. Pemuda ini adalah orang yang berkarakter penolong dan suka membantu teman-temannya.
            Tibalah waktu pendaftaran jalur bebas tes masuk perguruan tinggi yang dikenal sekarang sebagai Jalur SNMPTN. Jalur ini adalah jalur yang hanya mengandalkan nilai rapor, pemuda ini sangat percaya diri bahwa dia akan lulus bahkan pemuda ini menhina dan mancaci teman-temannya yang nakal dan bodoh yang berniat juga mendaftar di jalur ini. Setelah selesai pendaftarannya tinggal menunggu hasilnya. Setelah menunggu lama pengumuman pun tiba yang akan diumumkan jam 13.00 Wita. Pemuda ini serasa hatinya sangat bergetar dan deg-degan, akhirnya dengan penuh percaya diri tinggi memberanikan diri untuk membuka hasilnya, mulutnya pun terus mengucapkan doa kepada yang Maha kuasa dan berharap diberikan hasil yang terbaik dan bias membanggakan kedua orang tuanya, dan akhirnya yang tertulis adalah “ANDA DINYATAKAN TIDAK LULUS” tubuhnya serasa mau lemas dan tidak berdaya dan belum bias menerimanya. Tiba-tiba saat itu sahabatnya menelpon ke pemuda ini dan mengatakan bahwa dia lulus di Perguruan Tinggi itu, kemudian pemuda ini bertanya ke sahabatnya “siapa-siapa yang lulus dari sekolah kita?” dan sahabatnya pun menjawab “orang yang kamu sering hina dan caci ternyata lulus di Perguruan tinggi yang kamu impikan” pemmuda ini sangat kaget dan menutup telponnya dan tubuhnya begitu lemas. Dalam hatinya bertanya-tanya “apa yang harus saya katakann pada orang tuaku, keduanya sangat berharap banyak kepada saya”. Pemuda pun pulang kerumah dengan wajah kesal dan lemas. Ibunya pun bertanya “Bagaimana dengan Hasil seleksi SNMPTN mu nak, apakah kamu lulus nak? “ dengan wajah agak murung pemuda ini menjawab “ Maaf ibu, aku belum bisa banggakan ibu, aku gagal” ibunya pun berkata “sabarrr..sabarr...Nak pasti ada yang lebih baik” pemuda menjawab “Tapi Bu..” ibunya pun tersenyum, pemuda ini masuk kekamarnya merenungi kenapa bisa terjadi seperti ini dan aku kalah dengan temanku yang selama ini saya hina-hina di sekolah, namun saya harus lebih semangat masih ada sattuu jalur lagi untuk masuk di perguruan tinggi itu.
            Selama beberapa hari merenung, akhirnya pemuda ini melanjutkan perjuangannya dengan mendaftar Jalur SBMPTN tertulis ddan mengikuti ujian tesnya. Saat mengikuti tes ini penuh dengan perjuangan karena harus berangkat subuh ke lokasi ujian dan saat itu hujan gerimis pun turun, namun itu semua tidak menhalangi niat besarku untuk masuk kuliah di Perguruan Tinggi impianku itu. Sesampainya disana aku diam dan mencari tempat untuk menenangkan hati agar ujiannya bisa berjalan lancar dan sukses. Ujiannya berlangsung sampai jam 16.00 Wita dengan jeda waktu 30 menit dalam setiap sesi soal yang dilaksanakan dalam 3 sesi. Setelah selesai ujian pemuda ini merasa puas dengan yang dikerjakannya. Setelah lama menunggu pengumumannya pun tiba, dan pengumuman kali ini tak sanggup melihat hasilnya dan menyuruh temannya untuk membukanya dan akhirnya tertulis “ANDA DINYATAKAN TIDAK LULUS” pemuda pun begitu lemas dan pusing, pemuda ini merasa dunia ini tidak adil, dan sering bertanya-tanya mangapa ini semua bisa terjadi pada saya, saya bukan orang yang bodoh, saya selalu berprestasi di sekolah!! Pemuda ini pun merasa ingin menangis tidak bisa berbuat apa-apa. Ibunya berkata “sabarrr..sabarr nak, kalau memang kamu nggak bisa masuk di kampus itu, kan masih ada kampus swasta yang lebih baik bahkan banyak dari sepupu-sepupumu yang kuliah disana. Pemuda pun berkata “ terserah ibu.!!” Dan selama seminggu memikirkan akhirnya pemuda ini memberanikan mendaftar di kampus swasta, namun dalam hati pemuda ini setengah-setengah dan merasa tidak yakin dengan kampus ini. Pemuda ini pun menjalanii serangkaian tes masuk di kampus swasta itu, akhirnya pun pemuda ini dinyatakan lulus di salah satu jurusan di kampus itu, dan mengatakan kepada orang tuanya “ibuu.. aku lulus” walaupun berat hati menerimanya untuk berkuliah di kampus ini namun pemuda ini harus menjalaninya.
            Setiba dirumahnya, pemuda ini mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa disuruh membayar 4 juta rupiah untuk bisa berkuliah dikampus ini. Ibunya pun men”iya”kan namun saat itu motor si pemuda ini tiba masa pembayaran. Jadi, ibunya berkata” Nak.. kamu pilih yang mana, ibu bayarkan motor kamu atau ibu bayarkan uang muka masuk kampus itu. Karena ibu tidak bisa bayarkan satu kali sekaligus?? Pemuda pun menjawab “ ibu.. mending motorku dulu yang ibu bayarkan, biarkan saya menganggur dulu (dengan berat hati)?? Dalam suasana menangis ibunya menjawab “iya nak.. ngangur mi dulu, nak kamu bukan orang yang bodoh, kenapa kamu harus menganggur,?? Pemuda pun masuk dikamarnyaa merenungi ini semua, namun seiring berjaalannya waktu pemuda ini pun menerimanya dengan lapang dada walaupun penuh  dengan kekecewaan.
            Dari kegagalan itu, banyak orang yang menhina diriku bahkan orang tuaku, banyak yang mengatakan bahawa aku tidak mau kuliah di kampus swasta, ada pun yang bilang bahwa kamu terlalu tinggi seleramu, dari penhinaan itu batin pemuuda ini terasa miris pengen bertindak namun tidak ada ruang baginya begitu pula ddengan orang tua pemuda tersebut. Dari kejadian ini mmengajarkan pemuda ini untuk selalu berserah diri kepada Allah SWT memohon rahmat dan ridhonya. Berawal dari sinilah pemuda ini rajin sholat lima waktu, rajin solat malam, rajin berpuasa, serta mengaji dan waktu belajarnya semakin bertambah demi persiapannya di tahun depannya. Hal ini terus menerus diilakukan sampai akhirnya tibalah pendaftaran SBMPTN tahun depannya. Pemuda ini sangat berhati-hhati tidak mau lagi mengulang kesalahan yang sama dsn ksli ini pemuda ini sangat bersungguh-sungguh dalam bertindak. Semua yang dilakukannya semua di awali dengan berdoa, semoga apa yang diimpikan pemuda ini jadi kenyataan. Waktu itu pemuda itu berdoa sebelum melakukan pendaftaran, pemuda ini memilih jurusan Agribisnis sebagai pilihan pertama di sebuah Universitas ternama di Sulawesi selatan yaitu Universitas Hasanuddin dan saat itu pula pemuda ini mendaftar di perguruan tinggi Negeri lain yaitu Universitas Islam Negeri alauddin dengan program studi Ilmu Hukum. Setealah pendaftaran pemuda mengenjot dirinya untuk terus belajar, belajar dan belajar disertai dengan doa yang tulus serta doa kedua orang tua.
            Tibalah waktu tes , waktu dimana pertarungan benar-benar dimulai. Waktu itu opemuda ini dites di SMK Telkom Makassar, waktu yang ditepuh dalam perjalan itu selam sejam dari rumah, jadi pemuda ini harus pergi subuh-subuh buta demi mengejar satu buah kursi di perguruan tiggi sebagai tempat menuntut ilmunya nanti, dalam perjalanan begitu bnayak kejadian, mulai dari hujan rintik-rintik, lampu motor kurang mau menyala, bahkan papan ujian pemuda tersebut patah di perjalanan dan harus membeli di lokasi ujian. Namun, pemuda ini tidak pernah putus asa, dia yakin bahwa dirinya bisa dan mampu bahagiakan orang-orang terdekatnya utamanya orang tuanya. Tibalah ditempat ujian, pemuda ini tidak langsung masuk ruangan namun pemuda ini beda dengan yang lainnya, dimana lainnya sibuk dengan gadget mereka masing-masing dan bercanda gurau, naamun pemuda ini bermain gadget tapi dengan membuka al-quran dan membaca dalam hati sampai tiba pengawas ujian yang akan memantau ujiannya.
Masuklah diruangan,  ruangan itu begitu tenang, terasa enak sekali belajarnya, soal pun dibagikan dan semua pemuda dan pemudi yang berada dalam ruangan itu berjuang demi menyelesaikan soal-soal itu yang bagi pemuda itu soalnya sungguh luar biasa berbeda dengan soal ujjian nasional SMA, disini dibutuhkan keahlian khusus dalam menjawab, pemuda ini mengerjakan dengan tenang walaupun itu susah namun ada usaha untuk menyelesaikannya dan mengerjakan yang semampunya sesuai dengan pemuda yang pernah dipelajari sebelumnya. Pengerjaan pun selesai, pemuda ini megucapkan “Alhamdulillah” walaupun soalnya tidak begitu banyak yang mereka kerjaakan namun pemuda ini sangaat yakin dengan jawabannya. Tiga hari setelah pelaksanaan tes yang dilkukan oleh UNHAS, pemuda ini pun mengikuti tes selanjutnya yang diadakan di UIN Alauddin, soalnya cukup berbedaa dengan tes SBMPTN Unhas, namun menguras otak juga untuk mengerjakannya. Kedua tes ini sudah dilewati waktunyaa menunggu hasilnya. Pemuda ini tak langsung meninggalkan semua yang dilakukannya dulu, namun pemuda ini tambah rajin melakukan amalan-amlan tersebut dan selalu berprasangka baik.
Sebulan pun berlalu, tibaalah waktu pengumuman SBMPTN di unhas, waktu itu bertepatan dengan bulan puasa, jadi pemuda ini membuka pengumuman itu setelah shalat tarwih, pengumuman itu sangat lambat dikarenakan banyak yang mengaksesnya, dan tiba-tiba teman menelpon dan menanyakan dengan hal tersebut, ternyata teman pemuda ini tidak lolos dan pemuda ini pun meminta untuk dibukakan penguumumannya dan pemmuda ini memberikan nomor tes dan tanggal lahirnnya. Dan jreng-jreng selama lima menit menunggu akhirnya teman pemuda itu mengatakan bahwa pemuda ini lulus Dijurusan pilihannya yitu Agribisnis Unhas, pemuda ini tidak mmanyangka bahwa usahanya selama ini tidak sia-sia dan langsung sujud syukur dan mennberi tahu orang tuanya bahwa pemuda ini lulus masuk di kampus impiannya yang dimana mengalahkan begiitu banyak pesaing yang ingin masuk dikampus itu. Ucapan syukur tiada henti-hentinya pemuda panjatkan, selang beberapa hari penngumuman jalur tes UMPTKIN UIN alauddin dikeluarkan, pemuda ini membuka sendiri pengumumannya dan pemuda ini dinyatakan pula lulus di pilihan ilmu Hukum. Hal serupa pun dilkukannya. Dari dua hasil yang membanggakan ini bisa menembus dua PTN terbaik sulsel dengan jurusan yang tidak main-main, pemuda ini merasa bingun menentukannya, salat istikharah pun dilkukannya untuk meminta petunjuk dan saran dari orang tua dan orang-orang terddekatnya dan pemuda ini pun mengambil jjurusan Agri bisnis Unhas sebagai pilihan masa depannya. Dari prestasi membanggakan itu, pemuda ini merasa bangga dan merasa disanjung sama tetangga-teatngga, kawan-kawan dan guru-gurunya di sekolah dulu. Kini pemuda itu menikmati semua jeri payahnya selama perjuangan satu tahun lebih demi menggapai impiannya dan melanjutkan sekoolahnya ke jenjang yang lebih tinggi.
“SEKIAN”

1 komentar:

  1. Kak sama persis kisah hidup yang anda share dengan saya tahun ini,allhamdulillah kemarin tidak lulus di snmptn,kemudian langsung lulus di sbmptn tahun pertama di jurusan agribisnis unhas ..

    BalasHapus