Tugas 1 EKOLOGI MANUSIA
SYAHRULLAH (G21115312)
1.
Jelaskan
pengertian dan berikan contoh dari unsur-unsur yang terdapat dalam ekosistem?
Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yg merupakan kesatuan
utuh menyeluruh antara segenap komponen lingkungan hidup yang membentuk suatu
kesatuan yang teratur. Keteraturan tersebut ada dalam suatu keseimbangan
tertentu yang bersifat dinamis. Artinya terjadi perubahan, baik besar maupun kecil, yang diakibatkan
oleh ulah tangan manusia. Ekosistem adalah saling keterkaitan antar berbagai
unsur yakni tanah (soils), air (water), udara (air), iklim (climate), tanaman
(plants) dan hewan (animals). Unsur –unsur dalam sebuah ekosistem ada 2 beserta
contoh yaitu :
1. Unsur
abiotik/Unsur Fisik
Abiotik
berasal dari kata a dan biotic. A artinya tidak, biotic artinya bersifat hidup.
Jadi abiotik berarti tidak hidup. Komponen-komponen ekologi abiotik yaitu :
a. Air
Air yang berada di permukaan bumi
tergenang sebagai rawa, sungai, waduk, maupun laut. Air
mengandung berbagai jenis unsur atau senyawa kimia dalam jumlah bervariasi,
contohnya natrium, fosfat, kalsium, nitrit, amonium. Jumlah unsur yang
terkandung dalam air bergantung dengan kualitas udara dan tanah yang dilalui
air. Air dapat berubah wujud menjadi bentuk uap, cairan atau es; yang
bergantung pada suhu lingkungan disekitarnya. Volume air yang ada dibumi
mencapai 1.400.000.000 km kubik, yang dirinci sekitar 97% berupa air laut, 2%
berupa gunung es yang ada dikedua kutub bumi, 0,75% yang berupa air tawar (mata
air, sungai, danau, air tanah), dan selebihnya itu berupa uap air.
b. Udara
Akibat
semakin bertambahnya industri dan kendaraan bermotor, saat ini udara di
kota-kota besar semakin tercemar. Pencemaran itu berasal dari asap pabrik, asap
kendaraan bermotor, limbah industri dan rumah tangga (sampah). Mengingat
pentingnya udara bagi kehidupan maka udara harus dijaga agar tetap bersih dan
tidak tercemar. Caranya adalah dengan menanam banyak pohon (terutama di
kota-kota besar), menggunakan mesin industri maupun kendaraan yang ramah
lingkungan serta pengelolaan limbah (sampah) yang baik. Udara yang menyelubungi
bumi kita ini terdiri atas gas-gas. Gas-gas tersebut adalah Nitrogen (78%),
Oksigen 21 (%), Argon (0,9%), Karbondioksida (0,03%), don Kripton, Neon, Xenon,
Hidrogen, Helium, don Ozon sebesar 0,07%. Gas-gas tersebut juga sangat berguna
bagi manusia. Di antara banyak gas, maka gas yang vital untuk kehidupan adalah
Oksigen. Udara adalah sekumpulan gas yang membentuk
atmosfer dan menyelimuti bumi. Fungsi
Udara adalah untuk menunjang kehidupan bagi seluruh penghuni
ekosistem. Contohnya gas O2 yang digunakan untuk respirasi makhluk hidup
dan gas CO2 yang digunakan untuk proses fotosintesis tumbuhan.
c.
Tanah
Tanah terbentuk
karena proses destruktif (pelapukan
batuan, pembusukan senyawa organik) dan sintesis (pembentukan mineral). Komponen tanah yang utama,
yaitu bahan organik, air, bahan mineral, dan udara.Tanah
merupakan lapisan bagian atas bumi tempat tumbuhnya tanaman. Tanah mempunyai
banyak fungsi dalam ekologi antara lain sebagai tempat hidup organisme. Tanah
sangat penting bagi kehidupan. Tanah yang subur menjadi tempat tumbuhnya
tanaman pangan bagi manusia ataupun hewan. Tanah juga berfungsi sebagai
penyimpan air. Agar tanah dapat menyimpan air dengan optimal harus ditanami
dengan tanaman. Sementara manusia memanfaatkan
tanah sebagai lahan pemukiman, peternakan, perkantoran, pertanian,
pertambangan, perindustrian, dan kegiatan transportasi.
d.
Sinar
Matahari
Sinar
matahari merupakan sumber energi terpenting bagi makhuk hidup. Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses
fotosintesis dan menhasilkan makanan. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada
lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau
cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan
suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.
e. Suhu dan Kelembapan
Suhu
adalah derajat energi panas yang berasal dari radiasi sinar, terutama yang
bersumber dari matahari. Suhu udara berbeda-beda disetiap ekosistem yang
bergantung pada garis lintang (latitude) dan ketinggian tempat (altitude). Makin
dekat kutub, suhu udara pun makin dingin dan kering. Suhu merupakan faktor
pembatas bagi kehidupan dan memengaruhi keanekaragaman hayati disuatu
ekosistem. Umumnya, makhluk hidup dapat bertahan hidup dilingkungan yang
memiliki suhu 0°C-40°C. Pada suhu rendah,beberapa jenis makhluk hidup akan
melakukan hibernasi (tidak aktif), namun akan aktif jika suhu kembali
normal. Kelembapan dipengaruhi oleh intensitas, angin, cura hujan, dan
sinar matahari. Kelembapan memengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Daerah yang
memiliki tingkat kelembapan berbeda akan menghasilkan sebuah ekosistem yang
memiliki komposisi yang berbeda.
2. Unsur biotik dalam ekosistem
Komponen biotik
adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik
(tidak bernyawa). Komponen biotik terdiri dari 3, yakni Produsen, Konsumen, dan
Pengurai.
a.
Produsen
Produsen adalah mahluk
hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis,
dengan demikian kelompok produsen ditempati tumbuhan yang berklorofil. Makhluk
hidup yang dikelompokkan menjadi golongan produsen disebut autotrof, adalah
kelompok produsen yang mampu membuat makanan untuk dirinya sendiri. Tanaman
hijau merupakan kelompok produsen pada ekosistem darat. Tanaman hijau membuat
makanan sendiri dengan bantuan sinar matahari. Oleh karena itu, sinar matahari
sangat dibutuhkan oleh tanaman hijau.
b.
Heterotrof / Konsumen
Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan
bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya
. Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena
makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof
adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba. Beberapa jenis kelompok organisme
konsumen yang tergantung pada jenis makanannya, seperti: Konsumen primer
(herbivora), Konsumen sekunder (karnivora), dann Pemakan segala (omnivora).
c.
Pengurai / dekomposer
Pengurai atau perombak (dekomposer)
: adalah makhluk hidup yang mampu menguraikan bahan organik dari makhluk hidup
yang sudah mati. Pengurai terdiri atas bakteri dan jamur.Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena
makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap
sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana
yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah
bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan
pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu
kayu.
2.
Jelaskan
pengertian dan berikan contoh dari unsur-unsur yang terdapat dalam sistem social?
Menurut
Alvin L. Bertrand, unsur-unsur pokok "sistem sosial" adalah
sebagai berikut :
1. Kepercayaan/keyakinan(pengetahuan).
Kepercayaan adalah faktor yang mendasar yang
mempengaruhi kesatuan "sistem sosial". Kepercayaan merupakan pemahaman
terhadap semua aspek alam semesta yang dianggap sebagai suatu kebenaran mutlak.
faktor yang dapat menimbulkan kepercayaan, antara lain :
Penampilan atau penampakan atau keatraktifan, Kompetensi atau kewenangan, Penguasaan terhadap materi, dan Kepribadian.
Penampilan atau penampakan atau keatraktifan, Kompetensi atau kewenangan, Penguasaan terhadap materi, dan Kepribadian.
2.
Perasaan(sentimen).
Perasaan
sangat membantu menjelaskan pola-pola perilaku yang tidak bisa dijelaskan
dengan cara lain. Dalam soal perasaan ini misalnya, dapat menjelaskan tentang
sebab seorang ayah akan menghadapi bahaya apapun untuk menyelamatkan anaknya. Proses
elemental yang secara langsung membentuk perasaan adalah komunikasi perasaan.
Hasil komunikasi itu lalu membangkitkan perasaan, yang bila sampai pada
tingkatan tertentu harus diakui.
3.
Tujuan(sasaran)
Tujuan mempunyai beberapa
fungsi, antara lain:
3.1 Sebagai pedoman. Tujuan berfungsi sebagai
pedoman atau arah terhadap apa yang ingin dicapai oleh suatu sistem sosial.
Sebagai pedoman, suatu tujuan harus jelas, realistis, terukur dan memperhatikan
dimensiwaktu.
3.2 Sebagai motivasi. Tujuan organisasi harus
dapat memotivasi seluruh anggota yang terlibat dalam suatu sistem sosial untuk
ikut berperan serta atau berpartisipasi dalam seluruh kegiatan organisasi.
Tujuan harus mencerminkan aspirasi anggota, sehingga organisasi "sosial"
tersebut mendapat dukungan dari seluruh anggota.
3.3 Sebagai alat evaluasi. Fungsi ketiga dari
tujuan adalah untuk mengevaluasi suatu organisasi sosial. Kalau akan mengevaluasi suatu sistem sosial
harus dikaitkan dulu dengan tujuannya. Evaluasi dilakukan untuk melihat
keberhasilan suatu sistem sosial. Juga untuk mengantisipasi, apabila ada suatu hambatan
tidak akan terlalu berlarut-larut atau akan dapat segera diatasi. Evaluasi
dilakukan sebelum, selama dan setelah kegiatan berlangsung, dengan kata lain
evaluasi dilakukan sejak dimulai suatu kegiatan sampai kapanpun.
4.
Norma
Norma-norma menggambarkan tata tertib atau aturan-aturan permainan, dengan kata lain, norma memberikan petunjuk standard untuk bertingkah laku dan di dalam menilai tingkah laku. Ketertiban atau keteraturan merupakan unsur-unsur universal di dalam semua kebudayaan. Norma atau kaidah merupakan pedoman untuk bersikap atau berperilaku secara pantas di dalam suatu system social.
Norma-norma menggambarkan tata tertib atau aturan-aturan permainan, dengan kata lain, norma memberikan petunjuk standard untuk bertingkah laku dan di dalam menilai tingkah laku. Ketertiban atau keteraturan merupakan unsur-unsur universal di dalam semua kebudayaan. Norma atau kaidah merupakan pedoman untuk bersikap atau berperilaku secara pantas di dalam suatu system social.
5.
Kedudukan/peran
Semua sistem sosial di dalamnya mesti terdapat berbagai macam kedudukan atau status, seperti misalnya suami-istri, anak laki-laki atau perempuan. Kedudukan atau status seseorang menentukan sifat dan tingkatan kewajiban serta tanggung-jawabnya di dalam masyarakat.
Semua sistem sosial di dalamnya mesti terdapat berbagai macam kedudukan atau status, seperti misalnya suami-istri, anak laki-laki atau perempuan. Kedudukan atau status seseorang menentukan sifat dan tingkatan kewajiban serta tanggung-jawabnya di dalam masyarakat.
6.
Tingkatan/Pangkat/kekuasaan
Tingkat atau pangkat sebagai unsur dari sistem sosial dapat dipandang sebagai kepangkatan sosial (social standing). Pangkat tersebut tergantung pada posisi-posisi status dan hubungan-hubungan peranan. Ada kemungkinan ditentukan orang-orang yang mempunyai pangkat bermiripan. Akan tetapi tidak ada satu sistem sosial manapun yang sama orang-orangnya berpangkat sama untuk selama-lamanya.
Tingkat atau pangkat sebagai unsur dari sistem sosial dapat dipandang sebagai kepangkatan sosial (social standing). Pangkat tersebut tergantung pada posisi-posisi status dan hubungan-hubungan peranan. Ada kemungkinan ditentukan orang-orang yang mempunyai pangkat bermiripan. Akan tetapi tidak ada satu sistem sosial manapun yang sama orang-orangnya berpangkat sama untuk selama-lamanya.
7.
Sanksi(Sanction).
Istilah sanksi digunakan oleh
sosiolog untuk menyatakan sistem ganjaran atau tindakan (rewards) dan hukuman
(punishment) yang berlaku pada suatu sistem sosial Ganjaran dan hukuman tersebut
ditetapkan oleh masyarakat untuk menjaga tingkah laku mereka supaya sesuai
dengan norma-norma yang berlaku.
8.
Sarana(facility).
Secara
luas, sarana itu dapat dikatakan semua cara atau jalan yang dapat digunakan
untuk mencapai tujuan sistem itu sendiri. Bukan sifat dari sarana itu yang
penting di dalam sistem sosial tetapi para sosiolog lebih memusatkan perhatiannya
pada masalah penggunaan dari sarana-sarana itu sendiri. Penggunaan sarana
tersebut dipandang sebagai suatu proses yang erat hubungannya dengan sistem social
9.
Tekanan/Tegangan.
Dalam
sistem
sosial akan terdapat unsur-unsur tekanan-ketegangan dan hal itu
mengakibatkan perpecahan (disorganization). Dengan kata lain, tidak ada satupun
sistem
sosial yang secara seratus persen teratur atau terorganisasikan dengan
sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar