Minggu, 21 Februari 2016

EKOLOGI MANUSIA II POST AGRIBISNIS UNHAS SYAHRULLAH


Tugas 1 EKOLOGI MANUSIA
SYAHRULLAH (G21115312)
1.    Jelaskan pengertian dan berikan contoh dari unsur-unsur yang terdapat dalam ekosistem?
Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yg merupakan kesatuan utuh menyeluruh antara segenap komponen lingkungan hidup yang membentuk suatu kesatuan yang teratur. Keteraturan tersebut ada dalam suatu keseimbangan tertentu yang bersifat dinamis. Artinya terjadi perubahan,  baik besar maupun kecil, yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia. Ekosistem adalah saling keterkaitan antar berbagai unsur yakni tanah (soils), air (water), udara (air), iklim (climate), tanaman (plants) dan hewan (animals). Unsur –unsur dalam sebuah ekosistem ada 2 beserta contoh yaitu : 
1.    Unsur abiotik/Unsur Fisik
Abiotik berasal dari kata a dan biotic. A artinya tidak, biotic artinya bersifat hidup. Jadi abiotik berarti tidak hidup. Komponen-komponen ekologi abiotik yaitu :
a.      Air
        Air yang berada di permukaan bumi tergenang sebagai rawa, sungai, waduk, maupun laut. Air mengandung berbagai jenis unsur atau senyawa kimia dalam jumlah bervariasi, contohnya natrium, fosfat, kalsium, nitrit, amonium. Jumlah unsur yang terkandung dalam air bergantung dengan kualitas udara dan tanah yang dilalui air. Air dapat berubah wujud menjadi bentuk uap, cairan atau es; yang bergantung pada suhu lingkungan disekitarnya. Volume air yang ada dibumi mencapai 1.400.000.000 km kubik, yang dirinci sekitar 97% berupa air laut, 2% berupa gunung es yang ada dikedua kutub bumi, 0,75% yang berupa air tawar (mata air, sungai, danau, air tanah), dan selebihnya itu berupa uap air. 
b.      Udara
Akibat semakin bertambahnya industri dan kendaraan bermotor, saat ini udara di kota-kota besar semakin tercemar. Pencemaran itu berasal dari asap pabrik, asap kendaraan bermotor, limbah industri dan rumah tangga (sampah). Mengingat pentingnya udara bagi kehidupan maka udara harus dijaga agar tetap bersih dan tidak tercemar. Caranya adalah dengan menanam banyak pohon (terutama di kota-kota besar), menggunakan mesin industri maupun kendaraan yang ramah lingkungan serta pengelolaan limbah (sampah) yang baik. Udara yang menyelubungi bumi kita ini terdiri atas gas-gas. Gas-gas tersebut adalah Nitrogen (78%), Oksigen 21 (%), Argon (0,9%), Karbondioksida (0,03%), don Kripton, Neon, Xenon, Hidrogen, Helium, don Ozon sebesar 0,07%. Gas-gas tersebut juga sangat berguna bagi manusia. Di antara banyak gas, maka gas yang vital untuk kehidupan adalah Oksigen. Udara adalah sekumpulan gas yang membentuk atmosfer dan menyelimuti bumi. Fungsi Udara adalah untuk menunjang kehidupan bagi seluruh penghuni ekosistem. Contohnya gas O2 yang digunakan untuk respirasi makhluk hidup dan gas CO2 yang digunakan untuk proses fotosintesis tumbuhan.
c.        Tanah
Tanah terbentuk karena proses destruktif (pelapukan batuan, pembusukan senyawa organik) dan sintesis (pembentukan mineral). Komponen tanah yang utama, yaitu bahan organik, air, bahan mineral, dan udara.Tanah merupakan lapisan bagian atas bumi tempat tumbuhnya tanaman. Tanah mempunyai banyak fungsi dalam ekologi antara lain sebagai tempat hidup organisme. Tanah sangat penting bagi kehidupan. Tanah yang subur menjadi tempat tumbuhnya tanaman pangan bagi manusia ataupun hewan. Tanah juga berfungsi sebagai penyimpan air. Agar tanah dapat menyimpan air dengan optimal harus ditanami dengan tanaman. Sementara manusia memanfaatkan tanah sebagai lahan pemukiman, peternakan, perkantoran, pertanian, pertambangan, perindustrian, dan kegiatan transportasi.
d.      Sinar Matahari
Sinar matahari merupakan sumber energi terpenting bagi makhuk hidup. Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis dan menhasilkan makanan. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.
e.      Suhu dan Kelembapan
        Suhu adalah derajat energi panas yang berasal dari radiasi sinar, terutama yang bersumber dari matahari. Suhu udara berbeda-beda disetiap ekosistem yang bergantung pada garis lintang (latitude) dan ketinggian tempat (altitude). Makin dekat kutub, suhu udara pun makin dingin dan kering. Suhu merupakan faktor pembatas bagi kehidupan dan memengaruhi keanekaragaman hayati disuatu ekosistem. Umumnya, makhluk hidup dapat bertahan hidup dilingkungan yang memiliki suhu 0°C-40°C. Pada suhu rendah,beberapa jenis makhluk hidup akan melakukan hibernasi (tidak aktif), namun akan aktif jika suhu kembali normal. Kelembapan dipengaruhi oleh intensitas, angin, cura hujan, dan sinar matahari. Kelembapan memengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Daerah yang memiliki tingkat kelembapan berbeda akan menghasilkan sebuah ekosistem yang memiliki komposisi yang berbeda. 
2.    Unsur biotik dalam ekosistem
Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Komponen biotik terdiri dari 3, yakni Produsen, Konsumen, dan Pengurai.
a.       Produsen
 Produsen adalah mahluk hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis, dengan demikian kelompok produsen ditempati tumbuhan yang berklorofil. Makhluk hidup yang dikelompokkan menjadi golongan produsen disebut autotrof, adalah kelompok produsen yang mampu membuat makanan untuk dirinya sendiri. Tanaman hijau merupakan kelompok produsen pada ekosistem darat. Tanaman hijau membuat makanan sendiri dengan bantuan sinar matahari. Oleh karena itu, sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman hijau.
b.       Heterotrof / Konsumen
Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya . Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba. Beberapa jenis kelompok organisme konsumen yang tergantung pada jenis makanannya, seperti: Konsumen primer (herbivora), Konsumen sekunder (karnivora), dann Pemakan segala (omnivora).
c.       Pengurai / dekomposer
 Pengurai atau perombak (dekomposer) : adalah makhluk hidup yang mampu menguraikan bahan organik dari makhluk hidup yang sudah mati. Pengurai terdiri atas bakteri dan jamur.Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. 
2.    Jelaskan pengertian dan berikan contoh dari unsur-unsur yang terdapat dalam sistem social?
Menurut Alvin L. Bertrand, unsur-unsur pokok "sistem sosial" adalah sebagai berikut :
1.      Kepercayaan/keyakinan(pengetahuan).
  Kepercayaan adalah faktor yang mendasar yang mempengaruhi kesatuan "sistem sosial". Kepercayaan merupakan pemahaman terhadap semua aspek alam semesta yang dianggap sebagai suatu kebenaran mutlak. faktor yang dapat menimbulkan kepercayaan, antara lain :
Penampilan atau penampakan atau keatraktifan, Kompetensi atau kewenangan, Penguasaan terhadap materi, dan Kepribadian.
2.      Perasaan(sentimen).
Perasaan sangat membantu menjelaskan pola-pola perilaku yang tidak bisa dijelaskan dengan cara lain. Dalam soal perasaan ini misalnya, dapat menjelaskan tentang sebab seorang ayah akan menghadapi bahaya apapun untuk menyelamatkan anaknya. Proses elemental yang secara langsung membentuk perasaan adalah komunikasi perasaan. Hasil komunikasi itu lalu membangkitkan perasaan, yang bila sampai pada tingkatan tertentu harus diakui.
3.      Tujuan(sasaran)
Tujuan mempunyai beberapa fungsi, antara lain:
3.1 Sebagai pedoman. Tujuan berfungsi sebagai pedoman atau arah terhadap apa yang ingin dicapai oleh suatu sistem sosial. Sebagai pedoman, suatu tujuan harus jelas, realistis, terukur dan memperhatikan dimensiwaktu.
3.2 Sebagai motivasi. Tujuan organisasi harus dapat memotivasi seluruh anggota yang terlibat dalam suatu sistem sosial untuk ikut berperan serta atau berpartisipasi dalam seluruh kegiatan organisasi. Tujuan harus mencerminkan aspirasi anggota, sehingga organisasi "sosial" tersebut mendapat dukungan dari seluruh anggota.
3.3 Sebagai alat evaluasi. Fungsi ketiga dari tujuan adalah untuk mengevaluasi suatu organisasi sosial. Kalau akan mengevaluasi suatu sistem sosial harus dikaitkan dulu dengan tujuannya. Evaluasi dilakukan untuk melihat keberhasilan suatu sistem sosial. Juga untuk mengantisipasi, apabila ada suatu hambatan tidak akan terlalu berlarut-larut atau akan dapat segera diatasi. Evaluasi dilakukan sebelum, selama dan setelah kegiatan berlangsung, dengan kata lain evaluasi dilakukan sejak dimulai suatu kegiatan sampai kapanpun.

4.            Norma
            Norma-norma menggambarkan tata tertib atau aturan-aturan permainan, dengan kata lain, norma memberikan petunjuk standard untuk bertingkah laku dan di dalam menilai tingkah laku. Ketertiban atau keteraturan merupakan unsur-unsur universal di dalam semua kebudayaan. Norma atau kaidah merupakan pedoman untuk bersikap atau berperilaku secara pantas di dalam suatu system social.
5.            Kedudukan/peran
          Semua sistem sosial di dalamnya mesti terdapat berbagai macam kedudukan atau status, seperti misalnya suami-istri, anak laki-laki atau perempuan. Kedudukan atau status seseorang menentukan sifat dan tingkatan kewajiban serta tanggung-jawabnya di dalam masyarakat.
6.            Tingkatan/Pangkat/kekuasaan
           Tingkat atau pangkat sebagai unsur dari sistem sosial dapat dipandang sebagai kepangkatan sosial (social standing). Pangkat tersebut tergantung pada posisi-posisi status dan hubungan-hubungan peranan. Ada kemungkinan ditentukan orang-orang yang mempunyai pangkat bermiripan. Akan tetapi tidak ada satu sistem sosial manapun yang sama orang-orangnya berpangkat sama untuk selama-lamanya.
7.            Sanksi(Sanction).
            Istilah sanksi digunakan oleh sosiolog untuk menyatakan sistem ganjaran atau tindakan (rewards) dan hukuman (punishment) yang berlaku pada suatu sistem sosial Ganjaran dan hukuman tersebut ditetapkan oleh masyarakat untuk menjaga tingkah laku mereka supaya sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
8.            Sarana(facility).
            Secara luas, sarana itu dapat dikatakan semua cara atau jalan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan sistem itu sendiri. Bukan sifat dari sarana itu yang penting di dalam sistem sosial tetapi para sosiolog lebih memusatkan perhatiannya pada masalah penggunaan dari sarana-sarana itu sendiri. Penggunaan sarana tersebut dipandang sebagai suatu proses yang erat hubungannya dengan sistem social
9.          Tekanan/Tegangan.
            Dalam sistem sosial akan terdapat unsur-unsur tekanan-ketegangan dan hal itu mengakibatkan perpecahan (disorganization). Dengan kata lain, tidak ada satupun sistem sosial yang secara seratus persen teratur atau terorganisasikan dengan sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar