NAMA
: SYAHRULLAH
NIM :
G211 15 312
KELAS
: C ( DASAR-DASAR ILMU TANAH)
1. What
it’s sustainable agriculture ?
Pertanian
berkelanjutan (sustainable agriculture) adalah pemanfaatan sumber daya
yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan sumberdaya tidak
dapat diperbaharui (unrenewable resources) untuk proses produksi pertanian
dengan menekan dampak negatif terhadap lingkungan seminimal mungkin.
2. Praktik sustainable agriculture
dalam pertanian rakyat?
Beberapa kegiatan yang diharapkan
dapat menunjang dan memberikan
kontribusi dalam meningkatkan keuntungan produktivitas pertanian dalam jangka
panjang, meningkatkan kualitas lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup
masyarakat pedesaan adalah sebagai berikut:
kontribusi dalam meningkatkan keuntungan produktivitas pertanian dalam jangka
panjang, meningkatkan kualitas lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup
masyarakat pedesaan adalah sebagai berikut:
1. Pengendalian Hama Terpadu
Pengendalian
Hama Terpadu merupakan suatu pendekatan untuk mengendalikan
hama yang dikombinasikan dengan metode-metode biologi, budaya, fisik dan
kimia, dalam upaya untuk meminimalkan; biaya, kesehatan dan resiko-resiko
lingkungan. Adapun caranya dapat melalui;
hama yang dikombinasikan dengan metode-metode biologi, budaya, fisik dan
kimia, dalam upaya untuk meminimalkan; biaya, kesehatan dan resiko-resiko
lingkungan. Adapun caranya dapat melalui;
·
Penggunaan
insek, reptil atau binatang-binatang yang diseleksi untuk mengendalikan hama
atau dikenal musuh alami hama, seperti Tricogama sp., sebagai musuh alami dari
parasit telur dan parasit larva hama tanaman.
·
Menggunakan
tanaman-tanaman “penangkap” hama, yang berfungsi sebagai pemikat (atraktan),
yang menjauhkan hama dari tanaman utama.
·
Menggunakan
drainase dan mulsa sebagai metode alami untuk menurunkan infeksi jamur, dalam
upaya menurunkan kebutuhan terhadap fungisida sintetis.
·
Melakukan
rotasi tanaman untuk memutus populasi pertumbuhan hama setiap tahun .
2. Sistem Rotasi dan Budidaya Rumput
Sistem pengelolaan budidaya rumput
intensif yang baru adalah dengan
memberikan tempat bagi binatang ternak di luar areal pertanian pokok yang
ditanami rumput berkualitas tinggi, dan secara tidak langsung dapat menurunkan
biaya pemberian pakan. Selain itu, rotasi dimaksudkan pula untuk memberikan
waktu bagi pematangan pupuk organik. Areal peternakan yang dipadukan
dengan rumput atau kebun buah-buahan dapat memiliki keuntungan ganda,
antara lain ternak dapat menghasilkan pupuk kandang yang merupakan pupuk
untuk areal pertanian.
memberikan tempat bagi binatang ternak di luar areal pertanian pokok yang
ditanami rumput berkualitas tinggi, dan secara tidak langsung dapat menurunkan
biaya pemberian pakan. Selain itu, rotasi dimaksudkan pula untuk memberikan
waktu bagi pematangan pupuk organik. Areal peternakan yang dipadukan
dengan rumput atau kebun buah-buahan dapat memiliki keuntungan ganda,
antara lain ternak dapat menghasilkan pupuk kandang yang merupakan pupuk
untuk areal pertanian.
3. Konservasi Lahan
Beberapa
metode konservasi lahan termasuk penanaman alur, mengurangi atau
tidak melakukan pembajakan lahan, dan pencegahan tanah hilang baik oleh erosi
angin maupun erosi air. Kegiatan konservasi lahan dapat meliputi:
tidak melakukan pembajakan lahan, dan pencegahan tanah hilang baik oleh erosi
angin maupun erosi air. Kegiatan konservasi lahan dapat meliputi:
·
Menciptakan
jalur-jalur konservasi.
·
Menggunakan
dam penahan erosi.
·
Melakukan
penterasan.
·
Menggunakan
pohon-pohon dan semak untuk menstabilkan tanah.
4. Menjaga Kualitas Air/Lahan Basah
Konservasi
dan perlindungan sumberdaya air telah menjadi bagian penting dalam
pertanian. Banyak diantara kegiatan-kegiatan pertanian yang telah dilaksanakan
tanpa memperhatikan kualitas air. Biasanya lahan basah berperan penting dalam
melakukan penyaringan nutrisi (pupuk anoraganik) dan pestisida. Adapun
langkah-langkah yang ditujukan untuk menjaga kualitas air, antara lain;
pertanian. Banyak diantara kegiatan-kegiatan pertanian yang telah dilaksanakan
tanpa memperhatikan kualitas air. Biasanya lahan basah berperan penting dalam
melakukan penyaringan nutrisi (pupuk anoraganik) dan pestisida. Adapun
langkah-langkah yang ditujukan untuk menjaga kualitas air, antara lain;
· Mengurangi tambahan senyawa kimia
sintetis ke dalam lapisan tanah bagian atas (top soil) yang dapat mencuci
hingga muka air tanah (water table).
· Menggunakan irigasi tetes (drip
irrigation).
· Menggunakan jalur-jalur konservasi
sepanjang tepi saluran air.
· Melakukan penanaman rumput bagi
binatang ternak untuk mencegah peningkatan racun akibat aliran air limbah
pertanian yang terdapat pada peternakan intensif.
5. Tanaman Pelindung
Penanaman tanaman-tanaman seperti
gandum dan semanggi pada akhir musim
panen tanaman sayuran atau sereal, dapat menyediakan beberapa manfaat
termasuk menekan pertumbuhan gulma (weed), pengendalian erosi, dan
meningkatkan nutrisi dan kualitas tanah.
panen tanaman sayuran atau sereal, dapat menyediakan beberapa manfaat
termasuk menekan pertumbuhan gulma (weed), pengendalian erosi, dan
meningkatkan nutrisi dan kualitas tanah.
6. Diversifikasi Lahan dan Tanaman
Bertanam dengan memiliki varietas
yang cukup banyak di lahan pertanian dapat
mengurangi kondisi ekstrim dari cuaca, hama penggangu tanaman, dan harga
pasar. Peningkatan diversifikasi tanaman dan jenis tanaman lain seperti pohon-pohon dan rumput-rumputan, juga dapat memberikan kontribusi terhadap
konservasi lahan, habitat binatang, dan meningkatkan populasi serangga yang
bermanfaat. Beberapa langkah kegiatan yang dilakukan;
mengurangi kondisi ekstrim dari cuaca, hama penggangu tanaman, dan harga
pasar. Peningkatan diversifikasi tanaman dan jenis tanaman lain seperti pohon-pohon dan rumput-rumputan, juga dapat memberikan kontribusi terhadap
konservasi lahan, habitat binatang, dan meningkatkan populasi serangga yang
bermanfaat. Beberapa langkah kegiatan yang dilakukan;
·
Menciptakan
sarana penyediaan air, yang menciptakan lingkungan bagi katak, burung dan binatang-binatang
lainnya yang memakan serangga dan insek.
·
Menanam
tanaman-tanaman yang berbeda untuk meningkatkan pendapatan sepanjang tahun dan
meminimalkan pengaruh dari kegagalan menanam sejenis tanaman saja.
7. Pengelolaan Nutrisi Tanaman
Pengelolaan
nutrisi tanaman dengan baik dapat meningkatkan kondisi tanah dan melindungi
lingkungan tanah. Peningkatan penggunaan sumberdaya nutrisi di lahan pertanian,
seperti pupuk kandang dan tanaman kacang-kacangan
(leguminosa) sebagai penutup tanah dapat mengurangi biaya pupuk anorganik
yang harus dikeluarkan. Beberapa jenis pupuk organik yang bisa digunakan
antara lain:
(leguminosa) sebagai penutup tanah dapat mengurangi biaya pupuk anorganik
yang harus dikeluarkan. Beberapa jenis pupuk organik yang bisa digunakan
antara lain:
·
Pengomposan
·
Penggunaan
kascing
·
Penggunaan
Pupuk Hijauan (dedaunan)
·
Penambahan
nutrisi pada tanah dengan emulsi ikan dan rumput laut.
8. Agroforestri (wana tani)
Agroforestri
merupakan suatu sistem tata guna lahan yang permanen, dimana
tanaman semusim maupun tanaman tahunan ditanam bersama atau dalam rotasi
membentuk suatu tajuk yang berlapis, sehingga sangat efektif untuk melindungi
tanah dari hempasan air hujan. Sistem ini akan memberikan keuntungan baik
secara ekologi maupun ekonomi. Beberapa keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan lahan dengan system agroforestri ini antara lain:
tanaman semusim maupun tanaman tahunan ditanam bersama atau dalam rotasi
membentuk suatu tajuk yang berlapis, sehingga sangat efektif untuk melindungi
tanah dari hempasan air hujan. Sistem ini akan memberikan keuntungan baik
secara ekologi maupun ekonomi. Beberapa keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan lahan dengan system agroforestri ini antara lain:
·
Dapat
diperoleh secara berkesinambungan hasil tanaman-tanaman musiman dan
tanaman-tanaman tahunan.
·
Dapat
dicegah terjadinya serangan hama secara total yang sering terjadi pada tanaman
satu jenis (monokultur).
·
Keanekaan
jenis tanaman yang terdapat pada sistem agroforestri memungkinkan terbentuknya
stratifikasi tajuk yang mengisi ruang secara berlapis ke arah vertikal.
Adanya struktur stratifikasi tajuk
seperti ini dapat melindungi tanah dari hempasan air hujan, karena energi
kinetik air hujan setelah melalui lapisan tajuk yang berlapis-lapis menjadi
semakin kecil daripada energi kinetik air hujan yang jatuh bebas.
3. Tantangan Suistainable agriculture?
Masalah dan tantangan yang dihadapi
dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu:
a.
Membangun
pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan
perekonomian nasional.
Cara penyelenggaraan pmerintah yang
baik(good goverment) sangat diperlukan dalam pelaksanaan pembangunan
pertanian yaitu; bersih (clean), berkemampuan(competent),
memberikan hasil positif(credible), dan secara publik dapat
dipertanggung jawabkan(accountable). Pembangunan pertanian akan berhasil
bila diawali dengan cara penyenggaraan pemerintah yang baik, dimana pemerintah
merupakan agen pembangunan yang sangat menentukan keberhasilan pencapaian
sasaran pembangunan. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana membangun
pemerintah yang bersih, berkemampuan, berhasil dan dapat dipertanggung
jawabkan.
b.
Mewujudkan
kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil.
Kecukupan pangan merupakan masalah
hidup dan matinya suatu bangsa, sehingga kemandirian pangan merupakan prioritas
tujuan pembangunan pertanian. Tantangan ke depan yang dihadapi dalam rangka
mewujudkan kemandirian pangan adalah meningkatnya derajat globalisasi
perdagangan dunia yang tidak adil.
Kecukupan pangan merupakan masalah
hidup dan matinya suatu bangsa, sehingga kemandirian pangan merupakan prioritas
tujuan pembangunan pertanian. Tantangan ke depan yang dihadapi dalam rangka
mewujudkan kemandirian pangan adalah meningkatnya derajat globalisasi
perdagangan dunia yang tidak adil.
Di negara Indonesia juga menghadapi
permasalahan dalam negeri yang berkaitan dengan produksi pangan yaitu:
1.
Upaya
meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi jumlah petani gurem, sementara pada
saat bersamaan muncul gejala pelambatan produktivitas dan penurunan nilai tukar
petani;
2.
Upaya
mempertahankan momentum pertumbuhan tinggi produksi pangan dan membalikkan
kecenderungan deselerasi pertumbuhan produksi menjadi akselerasi;
3.
Upaya
mengatasi fenomena ketidakpastian produksi; dan
4.
Upaya
meningkatkan daya saing produk pangan.
c. Mengurangi jumlah petani miskin,
membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan
Krisis multidimensi yang terjadi
pada pertengahan tahun 1997 telah mengakibatkan jumlah penduduk miskin pada
tahun 1998 melonjak. Apabila hal ii dikaitkan dengan fakta bahwa sebagian besar
mata pencaharian penduduk di wilayah pedesaan bergantung pada sektor pertanian,
maka hal ini berarti bahwa permasalahan kemiskinan terkait dengan sektor
pertanian.
d. Meningkatkan pertumbuhan sektor
pertanian
Pertumbuhan sektor pertanian sangat
dibutuhkan untuk mengakselerasi perekonomian pedesaan. Sektor pertanian
Indonesia, hingga saat ini masih sangat tergantung pada hasil primer, sehingga
nilai tambah yang diperoleh masih sangat rendah dan kurang kompetitif di pasr
dalam negeri maupun luar negeri.
Pemerintah harus dapat mendorong
perkembangan produk pertanian olahan primer, selain untuk meningkatkan nilai
tambah juga meningkatkan dan memperluas pangsa pasar di dalam dan luar negeri.
Negara berkembang penghasil produk pertanian, saat ini banyak yang melakukan
pengembangan produk pertanian untuk mensiasati perdagangan dunia yang tidak
adil.
Apabila hal ini dapat dilakukan maka
sektor pertanian akan tumbuh dengan cepat dan tinggi lagi dibandingkan dengan
yang telah selama ini dicapai. Pertumbuhan sector pertanian yang makin cepat
akan memacu pertumbuhan sector-sektor lain secara lebih cepat melalui kaitan ke
belakang dan ke depan dalam kegiatan produksi dan konsumsi. Dengan demikian,
sektor pertanian akan lebih dikenal sebagai pengganda tenaga kerja, dan bukan
sekedar pencipta kesempatan kerja.
e. Membangun system agribisnis
terkoordanatif
Struktur agribisnis kita saat ini
dapat digolongkan sebagai tipe dispersal. Struktur dispersal dicirikan
oleh tiadanya hubungan organisasi fungsional disetiap tingkatan usaha. Jaringan
ahribisnis praktis hanya diikat dan dikoordinir oleh mekanisma pasar (harga).
Hubungan diantara sesama pelaku pelaku agribisnis praktis bersifat tidak
langsung dan impersonal. Dengan demikian pelaku agribisnis hanya memikirkan
kepentingan diri sendiri dan tidak menyadari bahwa mereka saling membutuhkan.
Bahkan hubungan diantara pelaku agribisnis cenderung berkembang menjadi
bersifat eksploitatif yang pada akhirnya menjurus ke kematian bersama.
Tiadanya ikatan institusional,
asosiasi pengusaha yang bersifat asimetri, kemampuan bisnis yang tidak
berimbang (kutub hulu, yaitu petani, bersifat serba gurem; sedangkan kutub
hilir, yaitu agroindustri dan eksportir, bersifat serba kuat) ditambah pula
sifat intrinsik permintaan dan penawaran komoditi pertanian yang sangat tidak
elastis membuat rantai vertical agribisnis bersifat dualistic (Bell and Tai,
1969). Struktur agribisnis yang bersifat dulistik inilah yang menytebabkan
masalah transisi dalam agribisnis (Simatupang,1995).
f.
Melestarikan
sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup
Permasalahan
lingkungan hidup yang dihadapi banyak berkaitan dengan penurunan kualitas
lingkungan di wilayah hulu yang berakibat langsung pada kualitas lingkungan di
wilayah hilir. Meningkatnya permintaan lahan akibat pertumbuhan penduduk selain
menyebabkan penurunan luas baku lahan pertanian yang meningkatnya intensitas
usahatani di daerah aliran sungai (DAS) hulu. Penurunan luas baku lahan
pertanian, khususnya lahan sawah, yang telah berlangsung sejak paruh kedua
decade 1980-an, saat ini cenderung makin besar seiring dengan peningkatan
konversi ke non pertanian, khususnya di pulau Jawa,. Pada beberapa tahun
terakhir, luas baku lahan sawah di luar Jawa juga telah mengalami penurunan.
g.
Membangun
system iptek yang efisien
Permasalan utama yang dihadapi oleh
Indonesia berkaitan dengan pemanfaatan IPTEK pertanian adalah belum
terbangunnya secara efisien system IPTEK pertanian mulai dari hulu (penelitian
tinggi dan strategi) sampai hilir (pengkajian spesifik lokasi dan diseminasi
penelitian kepada petani). Efisiensi IPTEK di sektor pertanian ini perlu
dibangun melalui sinkronisasi program litbang pertanian mulai dari hulu sampai
hilir dan sinkronisasi program litbang pertanian dengan lembaga penelitian
lainnya. Selain itu, efisiensi system IPTEK pertanian ini perlu didukung dengan
sistem pendidikan pertanian yang mampu menghasilkan peneliti yang berkemampuan (competent)
dan produktif (credible). Juga perlu dibangun kembali sistem penyuluhan
petani yang lebih efektif dan efisien.
4.
Perbedaan
pertanian berkelanjutan dengan revolusi hijau pertanian ?
Tabel berikut menyajikan secara garis besar perbedaan antara
rovolusi pertanian modern dengan
pertanian berkelanjutan:
|
Rovolusi Pertanian Modern
|
Pertanian Berkelanjutan
|
|
Sangat
tergantung pada kemajuan inovasi teknologi
|
Sangat
tergantung pada manajemen, pengetehauan serta keterampilan petani
|
|
Membutuhkan
investasi modal yang besar untuk produksi dan pengembangan teknologi
|
Pada
umumnya tidak membutuhkan investasi modal yang besar
|
|
Skala
pertanian yang cukup luas/besar
|
Skala
pertanian kecil dan menengah
|
|
Sistem
tanam: monokultur
|
Sistem
tanam: diversifikasi
|
|
Penggunaan
pupuk dan pestisida kimiawi secara luas
|
Meminimalisir
penggunaan pupuk dan pestisida kimiawi, mengalihkannya dengan pupuk dan
pestisida alami
|
|
Biaya
yang dikeluarkan untuk upah tenaga kerja relatif rendah karena hanya
dibutuhkan sedikit tenaga kerja
|
Biaya
upah tenaga kerja lebih tinggi karena dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja
|
|
Ketergantungan
yang tinggi pada penggunaan bahan bakar untuk sumber energi pada produksi
pertanian, produksi pupuk, pengepakan, transportasi, dan pemasaran
|
Penggunaan
bahan bakar fosil dalam proses produksi relatif lebih rendah karena minim
penggunaan mesin pertanian, tidak memproduksi pupuk kimiawi, dan dalam
pemasarannya pun lebih menekankan pada pemasaran secara langsung dan bersifat
lokal (areal pertanian dekat dengan konsumen sehingga jalur distribusi lebih
pendek dibandingkan dengan sistem pertanian konvensional)
|











